Lompat ke isi utama

Berita

Optimalkan Pencegahan, Bawaslu TTS Gagas Kuis Pemilu hingga Pojok Konsultasi Digital

va

Tangkapan Layar saat Rapat Konsolidasi Program Kegiatan Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Tahun 2026. Jumat (29, 30/01/2026). (Dok. Humas Bawaslu TTS)

SoE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengikuti Rapat Konsolidasi Program Kegiatan Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi NTT secara daring melalui Zoom selama tiga hari, yakni Selasa, Kamis, dan Jumat (27, 29, 30/01/2026).

Koordinator Divisi P2H Bawaslu NTT, Amrunur Muh. Darwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh kinerja P2H sepanjang tahun 2025. "Evaluasi ini menjadi bahan diskusi sekaligus acuan dalam penyusunan program kerja Divisi P2H tahun 2026," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Divisi P2H Bawaslu TTS, Dedan Median Aty, S.Pd., memaparkan sejumlah ide inovasi kreatif untuk memperkuat kehumasan dan pengawasan partisipatif di Kabupaten TTS. Lima poin utama inovasi yang ditawarkan adalah:

  1.  Pendidikan Pemilih melalui Kampanye Media Sosial: Menginisiasi program "Selasa Kuis" di media sosial Bawaslu TTS. Masyarakat yang menjawab benar akan mendapatkan poin dan reward non-finansial seperti sertifikat atau merchandise setiap triwulan.
  2. Pojok Konsultasi Digital (Live Clinic): Mengadakan sesi tanya jawab rutin melalui Instagram Live atau TikTok Live untuk mengedukasi masyarakat mengenai aturan masa kampanye dengan gaya yang santai.
  3. Pengawasan Partisipatif: Membentuk jaringan relawan pengawas dan menyediakan platform pelaporan pelanggaran pemilu secara daring bagi masyarakat.
  4. Kolaborasi dengan Tokoh Lokal: Menggandeng influencer atau tokoh masyarakat setempat untuk menyuarakan pesan anti-hoaks dan anti-politik uang.
  5. Kerja Sama Lintas Instansi: Berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank NTT, dan Pemerintah Daerah untuk memasang standing banner edukasi. Fokus utamanya adalah kampanye tolak politik uang di area perbankan serta sosialisasi netralitas ASN di instansi pemerintah.

Tawaran inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kordiv P2H Bawaslu NTT. Dalam sambutan penutupnya, Amrunur menekankan bahwa ide pemasangan alat sosialisasi di lembaga mitra merupakan langkah konkret yang layak ditiru.

"Salah satu program yang bisa diadopsi adalah ide dari TTS, yakni menempatkan standing banner di lembaga mitra untuk mengampanyekan antipolitik uang, netralitas ASN, hingga posko aduan daftar pemilih berkelanjutan," pungkas Amrunur.

cv
Tangkapan Layar saat Anggota Bawaslu TTS  Dedan Median Aty, S.Pd., memaparkan sejumlah ide inovasi kreatif untuk memperkuat kehumasan dan pengawasan partisipatif di Kabupaten TTS . Jumat (27, 29, 30/01/2026).

Humas Bawaslu TTS