Bawaslu TTS Jadikan IKU sebagai Ukuran Kerja Nyata
|
SoE – Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menegaskan komitmennya untuk membangun kinerja yang terukur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Indikator Kinerja Utama (IKU) oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan, Desi M. Nomleni, S.Pt., bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan, Aryandi A. Amiruddin, S.T., Longginus Ulan, S.S., Ridwan Tapatfeto, S.H., dan Dedan M. Aty, S.Pd., pada Rabu (12/08/2026).
Bagi Bawaslu TTS, IKU bukan sekadar dokumen administratif. Indikator tersebut menjadi ukuran untuk memastikan setiap tugas dan program yang dijalankan memiliki arah, target, serta hasil yang dapat dievaluasi.
Penandatanganan IKU juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh jajaran dalam mencapai sasaran kelembagaan. Setiap pekerjaan diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian kegiatan, tetapi menghasilkan capaian yang memberi manfaat bagi lembaga dan masyarakat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan Desi M. Nomleni, S.Pt mengatakan bahwa kinerja pengawasan harus dapat diukur dari kerja nyata di lapangan.
“IKU ini menjadi komitmen bersama agar setiap tugas memiliki arah yang jelas, target yang terukur, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Desi.
Menurutnya, pencapaian target membutuhkan konsistensi, integritas, dan profesionalisme dari seluruh jajaran. Karena itu, IKU harus menjadi acuan dalam menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing.
“IKU harus diterjemahkan dalam kerja nyata. Setiap target harus diikuti dengan pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui penandatanganan ini, Bawaslu TTS mendorong budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga pada kualitas dan hasil pengawasan.
Setiap capaian akan menjadi bahan evaluasi, sementara kekurangan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan. Dengan cara itu, IKU diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas, efektivitas kerja, serta kepercayaan publik terhadap Bawaslu TTS.
Bagi Bawaslu TTS, ukuran keberhasilan pada akhirnya bukan hanya tentang target yang tercapai, tetapi tentang seberapa jauh kerja pengawasan mampu memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Humas Bawaslu TTS