Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu TTS Hadirkan Ketua Bawaslu NTT Bahas Penguatan SDM Pengawas Pemilu

Ketua NTT

Ketua Bawaslu Prov. NTT saat menyampaikan materi pada kegiatan Ngabuburit Pengawasan Edisi III dengan tema: “Sumber Daya Manusia Pengawas Pemilu”, Jumat, (13/03/2026) secara daring. (Dok. Humas Bawaslu TTS)

SoE – Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan Edisi III dengan menghadirkan Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nonato Da Purificacao Sarmento, S.Si, sebagai pemateri utama. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, memadukan metode tatap muka dan daring, Jumat, (13/03/2026) bertempat di Kantor Bawaslu TTS serta melalui aplikasi Zoom.
Kegiatan tersebut diikuti secara langsung oleh Ketua dan Anggota Bawaslu TTS bersama jajaran sekretariat. Sementara itu, secara daring kegiatan diikuti oleh Kader Pengawas Partisipatif Bawaslu NTT, yakni alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2025 serta mantan Ketua dan Anggota Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Dalam pemaparannya yang berjudul “Sumber Daya Manusia Pengawas Pemilu”, Nonato Da Purificacao Sarmento menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu, khususnya pada masa non-tahapan pemilu.
Menurutnya, masa non-tahapan merupakan momentum strategis bagi jajaran pengawas pemilu untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi kelembagaan.
“Masa non-tahapan adalah masa di mana sumber daya manusia pengawas pemilu harus terus ditingkatkan,” ujar Nonato dalam penyampaian materinya.
Ia juga menambahkan bahwa pada masa tersebut, jajaran pengawas pemilu dituntut untuk tetap produktif dengan merancang berbagai program yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Pada masa ini juga sumber daya pengawas pemilu dituntut untuk lebih produktif mendesain program-program yang bersifat partisipatif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nonato menegaskan bahwa keterbatasan atau efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam menjalankan berbagai kegiatan pengawasan dan penguatan partisipasi publik.
“Terkait efisiensi anggaran jangan terlalu dipersoalkan, karena latar belakang Ketua dan Anggota Bawaslu kabupaten/kota banyak berasal dari kalangan aktivis sehingga tetap dapat menjalankan berbagai kegiatan meskipun dengan keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Ketua Bawaslu Provinsi NTT juga menjelaskan mengenai piramida politik warga, yang membagi kategori masyarakat dari warga yang pasif, patuh, partisipatif, hingga kritis, sebagai dasar pemahaman dalam membangun pengawasan partisipatif. 
Ketua Bawaslu Provinsi juga Berharap Kegiatan ini dapat memperkuat semangat dan kapasitas jajaran pengawas pemilu di Kabupaten TTS dalam menghadapi tahapan-tahapan demokrasi selanjutnya.

Desi M. Nomleni Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa Bawaslu TTS mempunyai komitmen untuk memperkuat fondasi kelembagaan dan strategi pengawasan demi mewujudkan pemilu yang adil dan bermartabat. Bawaslu TTS terus berupaya melakukan berbagai inovasi, baik yang bersifat administratif maupun teknis, untuk mengoptimalkan kinerja lembaga Bawaslu di tingkat kabupaten meskipun dengan keterbatasan yang ada.

 mvanianb
Tampak Suasana Jajaran Bawaslu kabupaten TTS Mengikuti jalanya Ngabuburit Pengawasan Edisi III Jumat, (13/03/2026) secara daring. (Dok. Humas Bawaslu TTS)

 

Humas Bawaslu TTS