Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mengajar : Generasi Awas - cerdas memilih, Tolak Hoax dan politik uang

xxaaa

Ketua  Bawaslu TTS Desi M. Nomleni, S.Pt saat menyapaikan pengetahuan dasar mengenai proses demokrasi bagi siswa-siswi, program "Bawaslu Mengajar" di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Iman Posmanu. (Kamis, 30/7/2026), (Doc. Humas Bawaslu TTS)

Fatulunu - Dalam memperkuat pengawasan untuk menghadapi pemilu yg akan datang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengadakan program "Bawaslu Mengajar" di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Iman Posmanu. (Kamis, 30/7/2026)

Dalam sambutannya Kepala sekolah SMTK Iman Posmanu, Jitro Tefa, S.Pd, M.Pd, Gr mengapresiasi baik dan berterima kasih karena sudah memilih sekolah kami dalam memberikan pemahaman terkait pemilu kepada siswa-siswi kami yang akan menjadi pemilih pemula pada pemilu yang akan datang.

Ketua Bawaslu TTS, Desi M. Nomleni, S.Pt yang didampingi Anggota Bawaslu TTS, Dedan M. Aty, S.Pd, Kasubbag Pengawasan Karel A. Selan, A.Md, beserta staf juga mengucapkan terima kasih karena sudah menyambut kedatangan kami dengan baik dan antusias. Desi menjelaskan, maksud dari kegiatan ini untuk memberi pengetahuan dasar mengenai proses demokrasi bagi siswa-siswi disini.
Khususnya bagi adik-adik sebagai pemilih pemula. Minimnya pemahaman bisa terkontaminasi hal negatif, misalnya hoax.
Contohnya mengenai informasi di medsos apabila tidak bisa disaring dengan baik bisa terpengaruh hal-hal yg buruk dalam penyebaran informasi. 
Desi yang juga bertindak sebagai pemateri menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah yang demokratis, bersih, dan berintegritas. Menurutnya, pemilih pemula—yakni Warga Negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah—memiliki status kerawanan tinggi karena sering menjadi target praktik politik uang dan penyebaran berita bohong (hoax).
"Pemilih pemula bukan sekadar objek, melainkan subjek pengawas," tegas Desi dalam materinya yang bertajuk Panduan Penjaga Demokrasi. Ia menekankan pentingnya paradigma baru di mana pengawasan dilakukan bersama-sama antara Bawaslu sebagai otoritas resmi dan masyarakat sebagai mata serta telinga di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan edukasi mengenai *tiga peran utama pemilih pemula*, yaitu:
1.  Pengawas: Mengamati proses di TPS dan lingkungan sekitar.
2.  Pencegah: Melakukan edukasi di lingkaran pertemanan untuk menolak politik uang.
3.  Pelapor: Berani melaporkan dugaan pelanggaran melalui jalur cepat seperti WhatsApp Bawaslu atau aplikasi resmi.
Selain itu, Bawaslu juga memperkenalkan *"Aturan Emas Pemilu"* yang mencakup tiga larangan (Jangan Golput, Jangan Jual suara jangan sebar Hoax) serta tiga tindakan yang harus di lakukan ( Cek DPT, lakuman pengawasan dan lakukan pilihan yang cerdas).

dgdabm
Anggota Bawaslu TTS Dedan Aty, S.Pd  saat menyapaikan pengetahuan dasar mengenai proses demokrasi bagi siswa-siswi, program "Bawaslu Mengajar" di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Iman Posmanu. (Kamis, 30/7/2026), (Doc. Humas Bawaslu TTS)

Bawaslu berharap melalui sinergi ini, para pelajar dapat menjadi pemilih yang cerdas dan berani dalam mengawal jalannya demokrasi di Kabupaten TTS.
'Kondisi wilayah TTS yang sangat luas ini membuat kami hadir disini untuk mengajak adik-adik bisa berperan dalam melakukan pengawasan dan bisa melaporkan kepada kami apabila terjadi kecurangan seperti money politik'.

Pada kesempatan yang sama, Dedan yang selaku pemateri juga memberi pemahaman mengenai pemilu dan mengajak adik adik sebagai  pemilih pemula untuk menggunakan hak suaranya di pemilu yang akan datang. Dedan juga menegaskan agar pemilu harus diawasi agar tidak terjadi kecurangan seperti money politik, mencegah suara ganda atau intimidasi. 
'Adik-adik juga punya peran dalam mengawasi pemilu dari kecurangan. Apabila ditemukan kecurangan adik-adik bisa melaporkan kepada kami'.
Dalam kegiatan ini juga disambut antusias oleh siswa-siswi SMTK Iman Posmanu, terlihat dari beragamnya pertanyaan-pertanyaan yang muncul dr siswa-siswi tersebut. Sehingga kegiatan ini diakhiri dengan adanya diskusi dengan siswa-siswi mengenai pemilu dan hak pilih.

aulia
Foto Bersama pada  program "Bawaslu Mengajar" di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Iman Posmanu. (Kamis, 30/7/2026), (Doc. Humas Bawaslu TTS)

Humas Bawaslu TTS